(Oleh:Mery Lylian)
Saat mata ini, mencoba untuk mengisyaratkan hakikat hidup yang sebenarnya.
Bagaikan sebuah alunan ombak yang tak berirama
Menandakan perpisahan dua hati.
Hatiku mengalun syahdu, mengkumandangkan nyanyian dua hati,
yang terkoyak.
Oleh pahit dan kejamnya, ''Cinta yang mendua,.....
Kini aku, hanya bisa diam terpaku
Menatap, bayang-bayang semu,...
Deraian air mata, yang mendawai, di jiwa yang terombang-ambing.
Akan pengkhianatan cinta yang ternodai oleh janji palsu
Di saat kidung senja, melantunkan nada yang tak selaras
Semuanya akan sirna, tersapu ombak di lautan luas
Dan akan, menghilang, seiring waktu yang terus bergulir
Meskipun cinta akan pupus, dan pudar oleh belenggu
Yang terus menjeratku dalam asa yang tak pasti
Dan menderaku dalam sebuah dilema yang panjang
Dan tak akan pernah berujung
Menuju cinta yang sejati,....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar